Bunda mungkin sudah sering mendengar pentingnya memenuhi kebutuhan kalsium sebagai bagian dari nutrisi pertumbuhan fisik anak, terutama untuk kekuatan tulangnya. Namun, apakah asupan kalsium saja sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan tulang si Kecil?
Anggapan bahwa kalsium saja sudah cukup untuk mendukung kekuatan tulang si Kecil perlu diluruskan, Bunda. Selain kalsium, ada nutrisi lain yang juga berperan penting dalam mendukung kesehatan tulang, yaitu Vitamin D3.
Apakah Kalsium Saja Cukup untuk Tulang Kuat?
Kalsium memang dikenal luas sebagai mineral utama pembentuk tulang. Faktanya, kalsium adalah mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh, dan sebagian besar tulang tersusun dari kalsium fosfat, senyawa yang membuat tulang menjadi keras dan kuat.1 Karena peran inilah, kalsium sering dianggap sebagai satu-satunya nutrisi yang perlu diperhatikan Bunda untuk mendukung kekuatan tulang si Kecil.
Tak heran jika banyak Bunda kemudian berfokus memenuhi kebutuhan kalsium tulang si Kecil 1-3 tahun melalui susu, keju, atau makanan tinggi kalsium lainnya. Sebab usia ini merupakan periode yang sangat penting bagi pertumbuhan tulang sehingga kebutuhan kalsium harian si Kecil pun cenderung lebih tinggi dibandingkan tahap usia sebelumnya.
Namun, perlu Bunda ketahui bahwa sekadar mencukupi asupan kalsium saja ternyata tidak menjamin tulang si Kecil akan tumbuh kuat secara optimal.
Tubuh Butuh Vitamin D3 untuk Menyerap Kalsium
Vitamin D merupakan kelompok senyawa yang mencakup vitamin D2 dan vitamin D3.2 Vitamin D3 atau disebut juga kolekalsiferol dapat diproduksi secara alami oleh tubuh ketika kulit terpapar sinar matahari ultraviolet B (UVB).
Vitamin D3 berperan penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor dari makanan.3 Di dalam tubuh, vitamin D3 diubah menjadi bentuk yang dapat membantu meningkatkan penyerapan kedua mineral tersebut. Kalsium dan fosfor kemudian bekerja bersama untuk membentuk dan memperkuat tulang.
Kecukupan Vitamin D3 kalsium untuk anak perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan dan kesehatan tulang Si Kecil. Sementara itu, pertumbuhan fisik anak dapat dipantau melalui pengukuran panjang atau tinggi badan menurut umur. Di Indonesia, indikator panjang/tinggi badan menurut Umur (PB/U atau TB/U) merupakan bagian dari Standar Antropometri Anak4 yang digunakan untuk menilai status gizi dan tren pertumbuhan anak. Standar ini sejalan dengan WHO Child Growth Standards5 yang juga menggunakan indikator panjang atau tinggi badan menurut umur untuk memantau pertumbuhan anak. Karena itu, memenuhi kebutuhan nutrisi, termasuk kalsium dan Vitamin D3, serta memantau pertumbuhan si Kecil secara berkala dapat menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan yang optimal.
Kombinasi Protein, Vitamin D3, dan Kalsium dalam MILKOW ActiGrow
Setelah memahami bahwa kalsium dan Vitamin D3 perlu bekerja bersama, Bunda bisa menghadirkan kombinasi keduanya melalui susu pertumbuhan MILKOW ActiGrow yang dirancang khusus untuk si Kecil usia 1-3 tahun. Susu ini memiliki kandungan Protein, Vitamin D3, dan Kalsium sekaligus dalam satu formula.
Selain itu, MILKOW ActiGrow juga diperkaya dengan Nutritotal Formula yang dilengkapi Triple Nutrients (Kolin, DHA, serta Omega 3&6). Kombinasi berbagai nutrisi tersebut dapat membantu melengkapi asupan nutrisi harian si Kecil sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang. Setiap gelas yang Bunda berikan dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu mendukung kebutuhan nutrisi si Kecil di masa pertumbuhannya.
Referensi:
[1] https://www.niams.nih.gov/health-topics/calcium-and-vitamin-d-important-bone-health
[2] https://ods.od.nih.gov/factsheets/VITAMIND/HealthProfessional/
[3] https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2669834/
[4] https://peraturan.bpk.go.id/Details/152505/permenkes-no-2-tahun-2020
[5]https://www.who.int/news/item/27-04-2006-world-health-organization-releases-new-child-growth-standards









