Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) si Kecil dikenal sebagai golden age atau masa emas tumbuh kembang anak, di mana anak tumbuh dan berkembang dengan pesat dan menjadi fondasi dari kehidupannya di masa depan. Pada masa ini, bukan hanya perkembangan intelektual anak yang harus jadi perhatian Bunda, tapi juga perkembangan emosional anak. Asupan nutrisi si Kecil pada masa golden age ini juga berpengaruh besar pada perkembangan intelektual serta emosional anak.
Mengembangkan Kecerdasan Emosional Si Kecil
Kecerdasan emosional yang berkembang baik dapat membantu anak mengenali dan mengelola emosinya, membangun hubungan dengan orang lain, serta beradaptasi dengan berbagai situasi. Kecerdasan emosional juga terkait dengan prestasi akademik, karena studi menunjukkan bahwa anak dengan kecerdasan emosional dan kemampuan sosial akan memiliki fokus dan rentang perhatian yang lebih baik, mampu memecahkan masalah dengan lebih mumpuni, serta memiliki hubungan yang lebih baik dengan guru dan teman sebayanya. Dengan kata lain, anak yang mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya akan mampu belajar dengan lebih baik dan terus meningkatkan kemampuan kognitifnya.
Mendukung perkembangan emosional si Kecil membutuhkan waktu dan stimulasi dari keluarga dan lingkungan sekitarnya yang juga dilengkapi oleh asupan nutrisi yang cukup. Salah satu nutrisi yang memiliki kaitan dengan kecerdasan emosional anak adalah Kolin.
Kolin untuk Perkembangan Otak dan Hubungannya dengan Kemampuan Emosi Anak
Kolin berperan penting dalam perkembangan intelektual dan emosional anak. Beberapa studi yang dilakukan untuk meneliti manfaat Kolin bagi kemampuan kognitif anak telah dilakukan. Dalam tubuh, Kolin diubah menjadi neurotransmiter asetilkolin yang berperan penting dalam daya ingat dan kemampuan kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara asupan Kolin dan fungsi kognitif, sehingga disimpulkan bahwa kecukupan asupan Kolin berperan penting pada kemampuan kognitif anak (1).
Peran Kolin pada perkembangan otak ini memiliki kaitan pula dengan kemampuan emosional anak. Bila amigdala atau bagian otak yang berfungsi mengolah emosi berkembang dengan baik berkat asupan Kolin yang cukup, kecerdasan emosi anak juga tumbuh sesuai potensinya. Dengan otak yang berkembang optimal, stimulasi yang Bunda berikan pada si Kecil dalam bentuk pengasuhan positif serta lingkungan sosial yang mendukung akan mendorong perkembangan kecerdasan emosionalnya (2, 3).
Manfaat Kolin untuk memori, proses belajar, dan emosi si Kecil membuatnya menjadi salah satu nutrisi yang kecukupannya harus Bunda penuhi. Selain asupan dari bahan makanan seperti telur, ikan, dan daging sapi serta ayam, susu pertumbuhan juga bisa memberikan asupan tambahan Kolin untuk si Kecil. MILKOW ActiGrow dengan Nutritotal formula dengan Triple Nutrients (Kolin, Omega 3&6, dan DHA) juga mengandung nutrisi Kolin yang membantu si Kecil mengembangkan kemampuan kognitif serta kecerdasan emosionalnya.
Perkembangan otak dan emosi anak usia 1-3 tahun menjadi fondasi untuk tumbuh kembangnya di tahun-tahun berikutnya. Selain kecukupan asupan nutrisi dari makanan serta susu pertumbuhan, dukungan dalam bentuk stimulasi dari keluarga dan lingkungan akan mendorong si Kecil untuk terus tumbuh menjadi anak yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif baik, tapi juga memiliki kecerdasan emosional, sehingga dapat bersosialisasi dengan baik di lingkungannya.
Sumber:
(1) University of North Carolina Nutrition Research Institute
(2) Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 no. 11 (2023)
(3) Stimulasi Amigdala Meningkatkan Perkembangan Emosional dan Ingatan Anak









