Orang tua pasti ingin agar anaknya mendapatkan gizi yang cukup, tidak hanya karena orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, tetapi juga karena kecukupan gizi berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai standar tumbuh kembang anak dan tahapan usianya. Tapi bagaimana cara Bunda bisa mengetahui bila si Kecil sudah mendapatkan gizi yang cukup? Apakah ada ciri-ciri fisik yang bisa orang tua perhatikan dari si Kecil yang menunjukkan kalau kebutuhan gizinya sudah terpenuhi?
Menilai Kecukupan Gizi Anak
Menurut data yang dirilis oleh UNICEF, ada 60 persen balita di Indonesia yang belum mendapatkan gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang optimal. Selain itu, masalah gizi seperti stunting dan wasting masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan data, lebih dari 4,5 juta balita mengalami stunting dan sekitar 460.000 balita mengalami wasting [1].
Kementerian Kesehatan Indonesia menggunakan Standar Antropometri Anak atau ukuran tubuh anak untuk menilai status gizinya. Parameter ukuran tubuh yang digunakan adalah:
- Berat badan dibandingkan dengan usia (BB/U) untuk menentukan berat badan ideal anak.
- Tinggi badan dibandingkan dengan usia (TB/U) untuk menentukan tinggi badan ideal anak.
- Berat badan dibandingkan dengan tinggi badan (BB/PB) untuk menentukan kecukupan gizi anak.
- Indeks Massa Tubuh sesuai umur yang digunakan untuk menentukan kategori yang sama dengan (BB/PB) [2].
Apabila hasil pengukuran menunjukkan pertumbuhan yang belum sesuai dengan standar usianya, Bunda disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penilaian dan tindak lanjut yang tepat.
Dari parameter di atas, berat badan si Kecil merupakan parameter yang paling mudah diukur. Menurut WHO, berat badan ideal yang menunjukkan kecukupan gizi anak 1-3 tahun adalah:
- Balita laki-laki:
- Usia 1 tahun: 7,7 – 13,7 kg
- Usia 2 tahun: 9,7 – 16,9 kg
- Usia 3 tahun: 11,3 – 19.7 kg
- Balita perempuan:
- Usia 1 tahun: 7 – 13,2 kg
- Usia 2 tahun: 9 – 16,5 kg
- Usia 3 tahun: 10,8 – 19.8 kg [3]
Selain berat badan dan tinggi badan, Ikatan Dokter Anak Indonesia juga menyebutkan parameter kecukupan gizi lainnya, yaitu lingkar kepala yang menjadi indikasi pertumbuhan otak si Kecil. Pada anak usia 1-3 tahun, pengukuran lingkar kepala disarankan dilakukan setiap 6 bulan untuk memantau pola pertumbuhan otak sesuai usia anak. [4].
Untuk mengukur lingkar kepala si Kecil, lingkarkan pita ukur dari bagian atas alis ke bagian atas telinga, hingga ke bagian belakang kepala. Lingkar kepala bayi baru lahir hingga usia 2 tahun adalah antara 35-49 cm [5].
Ciri Balita Sehat
Berat badan dan tinggi badan si Kecil tidak bisa jadi satu-satunya acuan untuk menentukan apakah si Kecil sudah mendapat asupan gizi yang cukup atau belum. Diagnosis kecukupan gizi si Kecil sebaiknya diberikan oleh dokter anak dan tenaga kesehatan. Bunda juga bisa mempelajari ciri-ciri balita sehat yang mendapatkan gizi yang cukup berikut ini yang disebutkan oleh Kementerian Kesehatan RI, di antaranya:
- Tinggi dan berat badan ideal sesuai umur
Bila si Kecil mendapatkan asupan nutrisi yang dia butuhkan, berat badan dan tinggi badannya akan bertambah secara proporsional, sesuai dengan kurva pertumbuhan ideal. - Tubuh kuat dan aktif.
Asupan protein dan vitamin yang sesuai akan membentuk otot yang kencang dan tulang yang kuat, sehingga anak terlihat kuat dengan postur tubuh proporsional. Selain itu, kecukupan asupan zat besi dan karbohidrat akan membuat si Kecil aktif dan tidak mudah lesu. - Kulit dan rambut sehat
Kulit yang lembab serta rambut sehat yang tidak mudah rontok menunjukkan bahwa tubuh si kecil menyerap asupan vitamin dan mineral yang cukup. - Mata jernih dan penglihatan sehat
Kecukupan protein dan vitamin membantu mendukung penglihatan yang sehat. Mata si Kecil juga akan terlihat jernih dan berbinar bila ia mendapatkan asupan gizi yang sesuai. - Pencernaan sehat dan tidur nyenyak
Serat yang cukup mendukung pencernaan sehat yang bisa dilihat dari proses buang air besar si kecil yang lancar. Si Kecil juga akan tidur lebih nyenyak bila ia mendapatkan asupan makanan yang baik [6].
Periode 1000 hari pertama kehidupan merupakan salah satu fase penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga pemenuhan kebutuhan nutrisi perlu diperhatikan sejak dini. MILKOW ActiGrow mengandung DHA, Omega 3, Omega 6, dan kolin yang dapat menjadi bagian dari asupan harian si Kecil sebagai nutrisi pendamping dalam pola makan bergizi seimbang. Selain itu, Bunda dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil melalui variasi makanan bergizi dan pola makan yang seimbang setiap hari.
Sumber:
[1] UNICEF
[2] Standar Antropometri Anak Kementerian Kesehatan Indonesia
[3] Siloam Hospitals
[4] Ikatan Dokter Anak Indonesia-Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
[5] Ikatan Dokter Anak Indonesia-Pentingnya Pengukuran Lingkar Kepala dan Ubun-Ubun Besar
[6] Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Indonesia








