Tumbuh kembang optimal si kecil tidak hanya memerlukan nutrisi yang tepat dan seimbang, tetapi juga pola makan anak yang sehat. Dengan kata lain, yang perlu jadi perhatian Bunda bukan hanya apa yang si Kecil konsumsi, tapi juga bagaimana cara terbaik agar si Kecil mendapatkan asupan sesuai dengan panduan nutrisi anak dan pola makan sehat.
Pentingnya Pola Makan Sehat Sejak Dini
Pada usia 1-3 tahun, asupan nutrisi si Kecil berpengaruh langsung pada tumbuh kembangnya. Protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya mendukung otot dan tulang yang kuat, menjaga kesehatan gigi, mata, dan anggota tubuh, mengoptimalkan perkembangan otak, menjaga imunitas tubuh, serta mendukung kesehatan fungsi pencernaan si Kecil [1]. Data dari WHO menyatakan bahwa pada tahun 2022, secara global ada 149 juta balita yang mengalami stunting atau terlalu pendek untuk usianya, sedangkan 45 juta balita memiliki berat badan kurang bila dibandingkan dengan tinggi badannya. Data ini menunjukkan masalah yang bisa timbul dari asupan nutrisi yang tidak mencukupi.
Namun masalah tidak hanya muncul dari kurangnya nutrisi, tapi juga pola makan yang tidak sehat. Data yang sama dari WHO juga menunjukkan bahwa ada 37 juta balita di seluruh dunia yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan [2]. Itulah sebabnya pola makan sehat juga harus diajarkan pada si Kecil sejak dini, terutama pada usia 1-3 tahun ketika si Kecil perlahan mulai beralih dari ASI ke makanan padat, karena kebiasaan makan si Kecil pada usia tersebut akan membentuk pola makan dan preferensi makanan si Kecil hingga dia dewasa.
Isi Piringku
Bunda mungkin mengenal konsep ‘4 Sehat 5 Sempurna’. Konsep 4 sehat dengan makanan pokok, lauk, sayur, dan buah, yang disempurnakan dengan susu ini kini telah dikembangkan menjadi ‘Isi Piringku’ yang lebih spesifik merinci tidak hanya apa yang harus dikonsumsi, tapi juga seberapa banyak porsi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Porsi yang disarankan menurut ‘Isi Piringku’ adalah:
- 2/3 bagian dari ½ piring untuk makanan pokok atau sumber karbohidrat seperti nasi, singkong, jagung, dll.
- 1/3 bagian dari ½ piring untuk lauk atau sumber protein, baik protein hewani atau nabati, seperti ikan, ayam, daging, tahu, tempe, dll.
- 2/3 bagian dari ½ piring untuk sayuran atau sumber vitamin dan mineral, seperti bayam, kangkung, buncis, dll.
- 1/3 bagian dari ½ piring untuk buah seperti pisang, semangka, pepaya, mangga, dll [3].
Selain itu, Isi Piringku juga menganjurkan asupan air yang cukup setiap hari. Untuk balita, jumlah cairan yang dibutuhkan adalah sekitar 1 liter per hari [4]. Secara keseluruhan, anak usia 1-3 tahun membutuhkan asupan kalori sekitar 1000-1400 kalori per hari, tergantung dari tingkat keaktifan mereka [5].
Mengenal Responsive Feeding
Membiasakan pola makan sehat untuk si Kecil bisa jadi sulit, apalagi mengingat bahwa momen ketika si Kecil pilih-pilih makan atau bahkan tidak mau makan sama sekali mungkin akan terjadi. Responsive feeding bisa jadi cara pilihan Bunda untuk mengajarkan pola makan sehat pada si Kecil.
Responsive feeding adalah cara pemberian makan dengan memperhatikan sinyal lapar dan kenyang yang diberikan oleh si Kecil. Studi literatur menunjukkan manfaat penting dari responsive feeding, yaitu mencegah stunting dan meningkatkan status nutrisi si Kecil dengan stunting [6]. Responsive feeding juga diakui sebagai langkah penting dalam strategi untuk mengurangi obesitas pada si Kecil. Beberapa aspek dalam responsive feeding adalah:
- Bunda atau pengasuh menentukan makanan apa saja yang ditawarkan kepada si Kecil, serta kapan dan di mana si Kecil akan makan.
- Si Kecil menentukan makanan apa yang ia makan dari pilihan yang diberikan Bunda atau pengasuh, serta berapa banyak yang ia akan makan.
- Bunda atau pengasuh menghindari memaksa si Kecil untuk menghabiskan makanan.
- Bunda mengamati kebiasaan si kecil dan menghentikan kebiasaan yang kurang sehat, misalnya terlalu banyak mengonsumsi makanan manis atau makanan olahan [7].
Memenuhi Kebutuhan Nutrisi si Kecil
Selain responsive feeding, ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tumbuh kembang anak 1-3 tahun, di antaranya:
1. Ajak si kecil makan bersama keluarga
Si Kecil akan lebih bersemangat makan bila dia makan bersama keluarga.
2. Berikan cemilan di antara waktu makan untuk si Kecil
Di usia 1-3 tahun, ukuran perut anak masih cukup kecil. Tapi kebutuhan nutrisinya sudah cukup besar untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya. Jadi, idealnya, si Kecil makan besar 3 kali dan makan snack sekitar 1-2 kali per hari, sehingga dia makan dengan porsi tidak terlalu besar, namun dengan frekuensi yang sering [8].
3. Selain makanan bergizi seimbang,
Bunda juga dapat melengkapi asupan nutrisi si Kecil dengan susu pertumbuhan seperti MILKOW ActiGrow. Susu pertumbuhan ini dilengkapi Nutritotal Formula yang dirancang untuk membantu mendukung 4 komponen penting tumbuh kembang si Kecil, yaitu kemampuan belajar, pertumbuhan fisik, kesehatan pencernaan, dan daya tahan tubuh. MILKOW ActiGrow juga diperkaya Triple Nutrients berupa DHA, Omega 3 & 6, serta kolin untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi esensial si Kecil setiap hari.
Perpaduan antara nutrisi yang tepat dengan pola makan sehat akan membantu si Kecil tumbuh dan berkembang secara optimal. Selain memperhatikan kuantitas makanan, prinsip makanan sehat juga diperhatikan dari kualitas makanan yang dikonsumsi.
Sumber:
[1] cdc.gov, Benefits of Healthy Eating for Children, 2026
[2] WHO, Infant and Young Child Feeding, 2023
[3] Kemenkes Jakarta, Indonesia
[4] Raising Children by Department of Social Services of the Australian Government
[5] Healthy Children by American Academy of Pediatrics
[6] Azwar, Azwar, et. al, Responsive of Feeding dan Stunting Pada Anak, 2023
[7] Curr, Dev Nutr, Responsive Feeding: Recommendations, 2021
[8] Ontario Dietitians in Public Health.











