Bunda, usia 1–3 tahun merupakan bagian penting dari masa emas (golden age) si Kecil. Pada masa ini, berbagai aspek tumbuh kembangnya berlangsung pesat, termasuk perkembangan otak yang sangat cepat pada dua tahun pertama kehidupannya.1 Karena itu, memantau tumbuh kembang si Kecil secara berkala penting dilakukan agar Bunda dapat mengetahui apakah perkembangannya berjalan sesuai tahapan usianya.
Meski begitu, Bunda mungkin masih bingung menentukan apakah pertumbuhan si Kecil sudah sesuai standar atau belum. Apakah berat dan tingginya sesuai dengan usianya? Bagaimana dengan kemampuan motorik dan bahasanya? Yuk, ketahui bagaimana cara memantau tumbuh kembang si Kecil sesuai standar usianya agar Bunda dapat memberikan dukungan yang tepat.
Cara Memantau Tumbuh Kembang si Kecil Sesuai Standar Kementerian Kesehatan dan WHO
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan WHO memiliki standar yang dapat menjadi rujukan untuk memantau pertumbuhan si Kecil. Untuk anak usia 1–3 tahun, Bunda dapat menggunakan standar antropometri Kementerian Kesehatan2 dan WHO Child Growth Standards3 sebagai acuan untuk melihat pertumbuhan dan status gizinya sesuai usia. Antropometri merupakan metode untuk menilai ukuran dan proporsi tubuh melalui pengukuran, seperti berat badan, panjang atau tinggi badan, serta indeks massa tubuh.
Dalam menilai pertumbuhan, Kementerian Kesehatan menggunakan beberapa indikator antropometri, yaitu berat badan menurut umur (BB/U), panjang atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U), berat badan menurut panjang atau tinggi badan (BB/PB atau BB/TB), serta indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Indikator tersebut digunakan untuk menilai pertumbuhan dan status gizi Si Kecil berdasarkan hasil pengukuran antropometri.
Sementara itu, WHO Child Growth Standards digunakan untuk memantau pertumbuhan anak sejak lahir hingga usia 5 tahun. WHO menyediakan kurva pertumbuhan berdasarkan panjang/tinggi badan menurut usia, berat badan menurut usia, berat badan menurut panjang/tinggi badan, dan IMT menurut usia. Kurva tersedia berdasarkan usia dan jenis kelamin sehingga hasil pengukuran dapat dibandingkan dengan standar yang sesuai.
Dalam praktiknya, Bunda dapat menimbang berat badan dan mengukur panjang atau tinggi badan si Kecil secara berkala, kemudian mencatat hasilnya pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau media pemantauan pertumbuhan di fasilitas kesehatan. Lalu bawa catatan pertumbuhan si Kecil ke posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan agar tenaga kesehatan dapat membantu membaca hasilnya dan memberikan penilaian atau tindak lanjut jika diperlukan.
Lengkapi Nutrisi si Kecil untuk Mendukung 4 Komponen Pertumbuhan
Setelah mengetahui cara memantau pertumbuhan si Kecil, Bunda juga perlu memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Sebagai bagian dari pemenuhan nutrisi harian si Kecil, berikan susu pertumbuhan MILKOW ActiGrow untuk mendukung 4 komponen penting pertumbuhan, yaitu kecerdasan, pertumbuhan fisik, pencernaan, dan imunitas. Memahami keempat komponen pertumbuhan tersebut dapat membantu Bunda memberikan asupan yang sesuai untuk mendukung setiap aspek pertumbuhannya.
Susu pertumbuhan MILKOW ActiGrow dilengkapi Triple Nutrients, yaitu Kolin, DHA, dan Omega 3&6, yang membantu mendukung kemampuan belajarnya. Sementara itu, Protein, Vitamin D3, dan Kalsium di dalamnya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung pertumbuhan fisik, termasuk kesehatan tulang. Tidak hanya itu, MILKOW ActiGrow juga mengandung FOS sebagai prebiotik untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan, sekaligus dilengkapi Vitamin C, Vitamin E, dan Zinc yang turut berperan dalam mendukung fungsi sistem imun si Kecil.
Dengan kombinasi nutrisi tersebut, MILKOW ActiGrow dapat menjadi pelengkap asupan harian si Kecil usia 1–3 tahun sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.
Referensi:
[1] https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3486/pentingnya-seribu-hari-pertama-kehidupan
[2] https://peraturan.bpk.go.id/Details/152505/permenkes-no-2-tahun-2020
[3] https://www.who.int/tools/child-growth-standards









