Usia 1–3 tahun merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Pada masa ini, Bunda tentu ingin memastikan ia mendapatkan beragam nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya. Namun, pemenuhan nutrisi tidak hanya tentang apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana tubuh mencerna dan menyerapnya. Karena itu, menjaga kesehatan pencernaan si Keci menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembangnya.
Kabar baiknya, menjaga kesehatan pencernaan tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat Bunda terapkan setiap hari. Yuk, simak langkah-langkahnya!
- Terapkan Pola Makan Sehat dan Seimbang
Usia 1–3 tahun merupakan periode penting dalam pembentukan dan perkembangan mikrobiota usus. Pada masa ini, apa yang dikonsumsi si Kecil dapat ikut memengaruhi keseimbangan mikrobiota di dalam usus.
Karena itu, Bunda dapat membiasakan si Kecil mengonsumsi makanan yang beragam dan seimbang, seperti sumber protein, sayur, buah, biji-bijian, serta produk pangan lainnya sesuai kebutuhan. Pola makan yang beragam membantu memenuhi kebutuhan zat gizi sekaligus mendukung kesehatan secara keseluruhan.1 - Jaga Kebersihan Makanan
Bunda dapat mencuci bahan makanan, memasaknya hingga matang, serta menjaga kebersihan tangan, peralatan makan, dan tempat penyimpanan makanan.2 Langkah-langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko makanan terkontaminasi oleh kuman yang dapat mengganggu kesehatan si Kecil.
Selain itu, pisahkan makanan mentah dan matang untuk mencegah kontaminasi silang.2 Kebiasaan ini penting untuk menjaga makanan yang sudah matang tetap bersih dan aman dikonsumsi si Kecil. - Pastikan si Kecil Cukup Minum
Minum air putih mungkin terdengar sederhana, tetapi kebiasaan ini penting untuk membantu menjaga hidrasi dan keseimbangan cairan tubuh si Kecil.3 Bunda dapat membiasakan menawarkan air putih secara berkala, terutama setelah si Kecil bermain atau beraktivitas.
Air putih sebaiknya menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari, sementara minuman tinggi gula sebaiknya dibatasi. - Atasi Gangguan Pencernaan Ringan dengan Langkah Tepat
Ada kalanya Si Kecil mengalami gangguan pencernaan ringan yang ditandai dengan perubahan frekuensi atau konsistensi BAB. Saat menghadapi gangguan pencernaan anak, mitigasi yang bisa Bunda lakukan adalah tetap menawarkan makanan sesuai kemampuan Si Kecil serta memastikan asupan cairannya tercukupi.4
Selanjutnya, amati perubahan kondisi si Kecil dari waktu ke waktu. Jika diare menetap, terdapat darah dalam tinja, atau muncul tanda dehidrasi, segera bawa si Kecil ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. - Dukung Kesehatan Pencernaan dengan Serat dan FOS
Menjaga kesehatan pencernaan dapat dimulai dengan memberikan makanan kaya serat, seperti buah, sayuran, dan kacang-kacangan. Bunda juga dapat mempertimbangkan FOS (fructooligosaccharides), yaitu prebiotik yang difermentasi oleh bakteri di usus besar.
Penelitian menunjukkan FOS dapat meningkatkan jumlah Bifidobacterium, yaitu salah satu kelompok bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan usus.5 Salah satu cara menjaga pencernaan anak agar nutrisi terserap adalah dengan memenuhi kebutuhan serat dari beragam makanan, sekaligus memilih sumber prebiotik seperti FOS.
Untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil, Bunda dapat memilih susu pertumbuhan yang mengandung berbagai nutrisi penting. MILKOW ActiGrow dilengkapi Nutritotal Formula yang mendukung 4 komponen penting pertumbuhan anak, yaitu sistem imun, pencernaan, potensi kecerdasan, dan tumbuh kembang, serta Triple Nutrients (DHA, Kolin, serta Omega 3&6) yang membantu mendukung perkembangan otak dan kemampuan belajar si Kecil. MILKOW ActiGrow juga mengandung FOS untuk membantu mendukung kesehatan pencernaannya.
Dengan perpaduan nutrisi tersebut, MILKOW ActiGrow tidak hanya membantu menjaga kesehatan pencernaan, tetapi juga mendukung tumbuh kembang si Kecil secara menyeluruh.
Referensi:
[1] https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet
[2] https://www.who.int/activities/promoting-safe-food-handling/five-key-to-safer-food?
[3] https://www.who.int/publications/i/item/WPR-2016-DNH-008?
[4] https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease?
[5]https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36014803/









