Saat memutuskan untuk beralih ke susu pertumbuhan baru, banyak orang tua mulai memperhatikan berbagai reaksi kecil pada tubuh si Kecil. Tak jarang, gejala anak ganti susu seperti perut kembung, ruam ringan di kulit, atau perubahan pada Buang Air Besar (BAB) membuat orang tua khawatir.
Proses Adaptasi Saat Si Kecil Beralih ke Susu Baru
Setiap kali si Kecil mengonsumsi susu dengan komposisi baru, tubuhnya membutuhkan waktu untuk mengenali dan menyesuaikan diri. Ini karena sistem pencernaan anak masih berada dalam tahap perkembangan untuk memproses berbagai jenis nutrisi secara instan. Ketika ada perubahan, seperti beralih dari susu sebelumnya ke susu baru, tubuh si Kecil sedang melakukan penyesuaian alami terhadap rasa, tekstur, hingga kandungan di dalamnya.
Proses ini mirip seperti saat kita mencoba menu makanan baru, ada masa penyesuaian sebelum tubuh benar-benar terbiasa. Proses ini pun berbeda pada tiap anak, ada yang melewatinya dengan lancar, namun ada juga yang mengalami beberapa reaksi khas berikut:[1] [2]
- Si Kecil kembung setelah minum susu
- Si Kecil sendawa atau kentut lebih sering dari biasanya
- Warna atau tekstur BAB-nya mengalami sedikit perubahan (misalnya menjadi lebih lembek atau lebih padat)
- Si Kecil tidak mau minum susu karena ada rasa baru yang tak ia kenali
Cara Ganti Susu Anak Secara Bertahap
Agar proses peralihan berjalan lebih nyaman, sebaiknya Bunda mengenalkan susu baru secara bertahap, bukan langsung menggantinya secara total.[2] Perubahan yang dilakukan perlahan memberi waktu bagi sistem pencernaan si Kecil untuk menyesuaikan diri, sekaligus membantu memberikan waktu bagi si Kecil untuk beradaptasi dengan perubahan rasa, tekstur, dan komposisi susu baru.
Berikut langkah-langkah yang bisa Bunda terapkan:[1]
- Untuk botol ukuran 120 ml: campurkan susu lama dan susu baru dengan takaran yang sama selama 2–3 hari, lalu secara bertahap ganti sepenuhnya dengan susu baru.
- Untuk botol ukuran lebih besar: lakukan transisi lebih perlahan dengan mengganti satu sendok takar susu lama dengan susu baru setiap dua hari sekali, hingga akhirnya seluruh takaran menggunakan susu baru.
- Perpanjang masa transisi bila perlu: proses pencampuran selama beberapa hari umumnya memberikan hasil yang lebih baik dibanding penggantian mendadak, karena memberi waktu lebih bagi tubuh si Kecil untuk beradaptasi.
- Pantau respons si Kecil: perubahan pada frekuensi, tekstur, atau warna BAB di minggu pertama adalah hal yang wajar dan umumnya bagian dari proses adaptasi susu pertumbuhan baru, bukan tanda bahwa susu baru tidak sesuai.
Selain dilakukan secara bertahap, kesehatan pencernaan si Kecil juga perlu didukung selama masa adaptasi. Salah satu caranya adalah dengan memberikan asupan prebiotik seperti FOS (fructooligosaccharides). FOS berperan sebagai “makanan” bagi bakteri baik di usus sehingga membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mendukung kesehatan pencernaan Si Kecil.[3]
Kandungan FOS ini bisa Bunda temukan dalam susu pertumbuhan MILKOW ActiGrow. Selain mengandung FOS, MILKOW ActiGrow juga diperkaya dengan kolin, DHA, serta Omega 3 & 6 sebagai bagian dari Nutritotal Formula yang menghadirkan berbagai nutrisi untuk si Kecil usia 1-3 tahun. Dengan nutrisi lengkap ini, si Kecil dapat tumbuh aktif dan optimal setiap harinya.
Agar si Kecil dapat menerima nutrisi ini dengan optimal, proses pengenalannya juga perlu diperhatikan. Bunda dapat mengenalkan MILKOW ActiGrow secara bertahap sesuai kebutuhan si Kecil. Proses transisi yang dilakukan secara perlahan memberikan waktu bagi Si Kecil untuk beradaptasi dengan perubahan rasa, tekstur, dan kandungan pada susu baru.
Kapan Bunda Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?
Meskipun sebagian besar proses adaptasi terhadap susu baru berlangsung sementara, Bunda tetap perlu memperhatikan respons si Kecil selama masa peralihan. Apabila si Kecil mengalami kondisi berikut, Bunda dapat mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter:
- Diare yang berlangsung terus-menerus
- Sembelit atau BAB yang sulit keluar
- Terdapat darah pada BAB
- Muntah
- Si Kecil menunjukkan tanda-tanda kesakitan, seperti menarik kaki ke arah perut sambil menangis
- Berat badan tidak bertambah sesuai usianya
Jika salah satu gejala di atas muncul, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak agar si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat.
Referensi:
[1] https://www.health.mn.gov/docs/people/wic/ localagency/recall/transitions.pdf
[2] https://www.babycenter.com/baby/formula-feeding/can-i-switch-formula-brands-and-if-so-how-do-i-ease-the-tran_1334521
[3] https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/ pii/S2212429224021576











