Periode emas tumbuh kembang anak berlangsung sejak masa kehamilan hingga si Kecil berusia dua tahun. Periode yang juga dikenal dengan 1000 hari pertama kehidupan ini sangatlah penting karena akan menentukan kualitas tumbuh kembang anak selanjutnya.[1]
Pada periode emas ini, pertumbuhan fisik dan perkembangan otak si Kecil membutuhkan dukungan nutrisi penting seperti kolin, yaitu salah satu nutrisi esensial bagi tubuh. Kolin untuk otak si Kecil berperan dalam pembentukan asetilkolin, yaitu neurotransmiter yang berkaitan erat dengan fungsi memori dan kontrol otot. Nutrisi ini juga diketahui berperan besar dalam perkembangan otak, khususnya dalam pembentukan sinapsis (koneksi antarsel saraf), pembentukan membran sel, serta sebagai donor metil.[2]
Dalam memenuhi kebutuhan nutrisi otak anak 1-3 tahun, kolin menjadi salah satu nutrisi yang perlu diperhatikan. Sebab, perkembangan otak si Kecil masih berlangsung pesat di rentang usia ini.
Optimalkan Perkembangan Otak Si Kecil di Periode Emas
Melihat si Kecil yang masih di tahap awal perkembangan dan tampak menggemaskan dengan segala tingkahnya, wajar bila Bunda berpikir ia belum bisa melakukan apa-apa. Namun, pada periode emas tumbuh kembang anak, si Kecil sebenarnya sudah memiliki fondasi berpikir yang membuatnya mampu mengenali informasi dan stimulus yang ada di sekitarnya.[3]
Agar kemampuan kognitif si Kecil dapat berkembang secara optimal, ada beragam faktor yang memengaruhinya, yaitu stimulasi, nutrisi, dan lingkungan. Ketiganya sama-sama penting untuk membentuk fondasi otak yang kuat sejak dini.
Bagaimana cara mengoptimalkan perkembangan otak si Kecil di periode emas? Bunda dapat melakukan cara-cara yang direkomendasikan ahli berikut ini.[1]
- Sering-sering melakukan interaksi verbal dengan si Kecil. Bunda dapat mengajaknya berbicara, menyanyi, atau membacakan cerita. Langkah ini terbukti mampu merangsang perkembangan bahasa dan emosional anak.
- Berikan permainan edukatif seperti puzzle atau balok warna untuk melatih kemampuan motorik dan logika si Kecil. Tentu saja, ia tetap perlu didampingi saat bermain agar stimulasi yang diberikan lebih maksimal.
- Ajak si Kecil beraktivitas fisik sesuai tahap usianya, mulai dari merangkak, berjalan, hingga bermain di luar ruangan. Aktivitas ini penting untuk melatih koordinasi tubuh sekaligus mendukung kesehatan otaknya.
- Batasi waktu si Kecil menatap layar gadget (screen time) setiap hari. Anak di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak diberikan screen time sama sekali, sedangkan usia 2–5 tahun cukup maksimal 1 jam per hari.[4]
- Penuhi kebutuhan kolin untuk otak anak agar perkembangan si Kecil kian optimal. Bunda dapat memberikan susu pertumbuhan yang dilengkapi kolin sebagai nutrisi pendamping.
Susu pertumbuhan yang diperkaya nutrisi penting untuk membantu mendukung perkembangan otak si Kecil adalah MILKOW ActiGrow. Susu pertumbuhan MILKOW ActiGrow dilengkapi dengan Triple Nutrients, yaitu DHA, Omega 3&6, serta kolin, yang dirancang untuk mendukung potensi belajar si Kecil.
Kolin sendiri berperan penting dalam membantu proses komunikasi antarsel saraf yang berkaitan langsung dengan fungsi memori, fokus, dan pembelajaran. Kandungan nutrisi dalam MILKOW ActiGrow juga mendukung 4 komponen penting pertumbuhan, yaitu kemampuan belajar, pertumbuhan fisik, kesehatan pencernaan, dan daya tahan tubuh.
Dengan dukungan nutrisi yang tepat dan stimulasi yang sesuai usia, Bunda dapat membantu mendukung proses belajar serta tumbuh kembang si Kecil agar berlangsung lebih optimal setiap hari.
Penelitian menunjukkan bahwa kualitas perkembangan otak si Kecil di periode emas turut menentukan kemampuan belajarnya di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk memastikan kebutuhan nutrisi penting seperti kolin terpenuhi, disertai dengan stimulasi yang tepat sesuai tahapan tumbuh kembang si Kecil.
Referensi:
[2]https://uncnri.org/2019/05/16/choline-in-human-milk-plays-crucial-role-in-infant-memory/.
[3]https://psikologi.ugm.ac.id/pentingnya-dampingi-perkembangan-daya-pikir-anak-di-masa-golden-age











