Susu Pertumbuhan untuk Penuhi Kebutuhan Nutrisi si Kecil
Kekurangan nutrisi pada balita dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah dalam proses tumbuh kembang. Menurut Kementerian Kesehatan RI, Survey Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan bahwa masih ada 21,6% balita Indonesia yang mengalami stunting [3]. Di sinilah susu pertumbuhan (growing up milk/GUM) bisa menjalankan perannya. Susu pertumbuhan diformulasikan dengan nutrisi pendukung yang membantu si Kecil memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya, sehingga secara jangka panjang menunjang kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil. Berikut ini adalah beberapa studi yang menunjang pernyataan tersebut:
- Studi pada 160 anak usia 1 tahun di New Zealand dan Australia menunjukkan bahwa susu pertumbuhan meningkatkan kecukupan zat besi dan vitamin D secara signifikan [4].
- Studi pada 154 anak usia 18-36 bulan di Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi susu pertumbuhan yang difortifikasi dengan FOS dan asam lemak Omega 3 setiap hari selama minimal 6 bulan dikaitkan dengan penurunan risiko infeksi saluran pernapasan atas sebesar 58% [5].
- Studi pada 172 anak di Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi harian susu pertumbuhan bisa dipertimbangkan untuk mendukung pencegahan masalah stunting pada balita [6].
Nutrisi yang Dibutuhkan si Kecil
Tumbuh kembang optimal si Kecil membutuhkan banyak nutrisi. Beberapa nutrisi yang asupannya harus dicukupi untuk si Kecil di antaranya adalah:
- Protein.
Anak usia 1-3 tahun membutuhkan protein sebanyak 5% sampai 20% dari asupan energi hariannya. - Karbohidrat.
Karbohidrat sebaiknya memenuhi sekitar 45% sampai 65% dari asupan energi harian anak usia 1-3 tahun. Utamakan bahan makanan dengan karbohidrat kompleks daripada karbohidrat sederhana. - Serat
Sebuah studi menyatakan bahwa ada hubungan antara asupan serat yang cukup dengan kesehatan jantung si Kecil. Asupan serat yang disarankan adalah sekitar 14 gram per 1000 kcal. - Vitamin D dan Kalsium
Asupan vitamin D yang disarankan per hari untuk anak usia 1-3 tahun adalah 600 IU, sedangkan asupan kalsium yang disarankan per hari adalah 700 mg. - Zat Besi
Asupan zat besi harian yang disarankan untuk anak usia 1-3 tahun adalah sebanyak 7 mg per hari [7]. - Vitamin A dan Vitamin C
Vitamin A sangat penting untuk menjaga kesehatan penglihatan, sistem imun, dan pertumbuhan sel, sedangkan vitamin C berperan meningkatkan sistem imun dan penyembuhan luka [8]. - Kolin
Kolin memiliki peran penting dalam perkembangan otak si kecil, kemampuan daya ingat, serta kontrol otot. - Omega 3 dan 6, serta DHA
Omega 3 dan Omega 6, serta DHA yang merupakan salah satu bentuk dari Omega 3, merupakan asam lemak esensial untuk perkembangan otak, indera penglihatan, dan imunitas tubuh si Kecil [9].
Susu GUM untuk anak membantu Bunda melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil. Sama halnya dengan MILKOW ActiGrow, GUM yang dilengkapi dengan Nutritotal formula dengan kombinasi Triple Nutrients yaitu DHA, Omega 3&6, dan Kolin, serta FOS yang membantu mendukung kesehatan pencernaan si Kecil. Nutrisi tersebut turut mendukung berbagai aspek tumbuh kembang si Kecil, mulai dari perkembangan otak, fisik, pencernaan, hingga imunitas tubuhnya. Dengan asupan nutrisi yang optimal, si Kecil dapat tumbuh aktif dan menjadi Juaranya Ibu Indonesia. Sementara itu, bagi bayi, ASI tetap menjadi pilihan pertama untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Sumber:
[1] UNICEF
[2] Asia Pacific Infant and Young Child Nutrition Association
[3] Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia 2022
[4] Compared with Cow Milk, a Growing-Up Milk Increases Vitamin D and Iron Status in Healthy Children at 2 Years of Age: The Growing-Up Milk-Lite Randomized Controlled Trial
[5] Regular Consumption of Fortified Growing-Up Milk Attenuates Upper Respiratory Tract Infection among Young Children in Indonesia: A Retrospective Cohort Study
[6] Daily Consumption of Growing-Up Milk is Associated with Less Stunting among Indonesian Toddlers
[7] American Family Physician
[8] EMC Hospital
[9] Siloam Hospitals









