Saat bicara tentang milestone tumbuh kembang si Kecil, sering kali tahapan yang sering
menjadi tolak ukur adalah tahapan fisik dan motorik yang lebih mudah dilihat, seperti
kemampuan si Kecil untuk merangkak atau berjalan. Padahal ada kemampuan yang tidak
kalah penting dengan tahapan fisik dan motorik si Kecil, di antaranya daya ingat dan
konsentrasi si Kecil yang berkaitan erat dengan tumbuh kembang kemampuan kognitifnya.
Daya Ingat Si Kecil dan Tumbuh Kembangnya
Salah satu aspek daya ingat si Kecil yang berkembang sejak dini adalah memori kerja
(working memory), yaitu kemampuan untuk menyimpan sejumlah informasi yang kemudian
digunakan dalam tugas-tugas kognitif, memfasilitasi kemampuan memahami, penalaran, dan
memecahkan masalah [1]
Perkembangan kemampuan daya ingat si Kecil dimulai dari hal-hal yang sederhana, mulai
dari belajar efek sebab akibat, seperti pemahaman bahwa dia akan mendengar suara
tertentu saat mainannya digerakkan, hingga mengamati bagaimana mainannya akan
berputar saat digulingkan atau bersuara keras saat dijatuhkan. Daya ingat si Kecil juga
membantu dia mengenali orang-orang terdekatnya dan objek-objek di sekitarnya[3].
Kemampuan mengingat membantu si Kecil mengenali lingkungan, memahami pengalaman
baru, dan menjadi bagian penting dalam proses belajarnya.
Beberapa tahapan tumbuh kembang yang terkait dengan daya ingat sesuai dengan usia si
Kecil adalah:
1. Usia 1 tahun:
- Memahami bahwa suatu benda tetap ada walaupun tidak terlihat. Jadi, bila si
Kecil melihat Bunda menyembunyikan mainannya di bawah selimut, dia akan
mengangkat selimut tersebut untuk mengambil mainannya[4].
2. Usia 1 tahun 6 bulan:
- Mengenali nama dan fungsi objek yang digunakan sehari-hari, seperti mobil,
baju, dll. - Mengenali nama bagian tubuh [5].
3. Usia 2 tahun:
- Mampu menyebut nama hewan atau benda dalam buku yang sering dibaca
bersama. - Mengikuti instruksi dua langkah seperti “Ambil buku yang kamu mau dan bawa ke
sini."[6]
4. Usia 3 tahun:
- Mengetahui cara menyalakan atau mematikan mainannya sendiri.
- Menyebutkan nama anggota keluarga atau teman yang sering dia temui.
- Menceritakan aktivitas yang telah dia lakukan[7].
Seperti kemampuan si Kecil yang lain, daya ingat juga memerlukan dorongan dari stimulasi
dan asupan nutrisi. Stimulasi daya ingat si Kecil bisa dilakukan dengan beberapa permainan
sederhana seperti bernyanyi, membaca buku bersama, atau bahkan cilukba dan petak
umpet[8]. Selain stimulasi, asupan nutrisi juga berperan dalam mendukung perkembangan fungsi otak dan kemampuan belajar si Kecil. Salah satu nutrisi yang perlu Bunda perhatikan adalah kolin.
Mengenal Kolin
Kolin adalah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan sistem saraf,
karena sel-sel tubuh membutuhkan kolin untuk menjaga strukturnya. Selain itu, kolin dan
daya ingat si Kecil juga berkaitan erat, karena kolin dibutuhkan tubuh untuk memproduksi
asetilkolin, neurotransmitter utama yang mendukung memori, kontrol otot, serta fungsi
sistem saraf dan otak lainnya[9].
Jumlah kolin yang diproduksi oleh tubuh manusia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Itulah sebabnya asupan kolin dari makanan menjadi sangat penting, terutama dalam masa
1000 hari pertama si Kecil, yaitu masa ketika otak si Kecil berkembang hingga 80%. Pada
masa ini, si Kecil tidak hanya mengembangkan daya ingatnya, tapi juga kemampuan lain yang
berkaitan dengannya, seperti kemampuan penalaran, berpikir, dan berkomunikasi. Kolin
sebagai salah satu nutrisi yang berperan dalam mendukung kemampuan belajar dan daya
ingat si Kecil pada masa ini tentu sangat diperlukan.
Menurut Food and Nutrition Board Amerika Serikat, perkiraan kecukupan asupan kolin yang
dibutuhkan si Kecil usia 1-3 tahun adalah 200 mg/hari [10]. Asupan ini bisa didapatkan dari
berbagai bahan makanan seperti telur, daging sapi, ayam, dan ikan, serta sayur dan kacang-kacangan. Selain diperoleh dari makanan bergizi seimbang, susu pertumbuhan yang
diperkaya kolin seperti MILKOW ActiGrow dapat menjadi nutrisi pendamping untuk
membantu melengkapi asupan nutrisi harian si Kecil. Pemenuhan kebutuhan kolin, disertai
stimulasi dari Bunda dan keluarga, dapat membantu mendukung kemampuan belajar dan
tumbuh kembang si Kecil.
Referensi:
[1] Cowan, Nelson, 2015, “Working Memory Underpins Cognitive Development, Learning,
and Education”
[2] Healthy Children by American Academy of Pediatrics (2023)
[3] Healthy Children by American Academy of Pediatrics (2023)
[4] UNICEF
[5] UNICEF
[6] UNICEF
[7] Department of Lifelong Education, Advancement, and Potential of Michigan
[8] Harvard.edu
[9] National Institutes of Health (2022)
[10] National Institutes of Health (2022)











