Memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan
Bunda saat si Kecil memasuki usia 1-3 tahun. Pada masa ini, si Kecil mulai semakin aktif
bergerak, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan sehingga memerlukan asupan gizi yang
lengkap untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Selain karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, terdapat nutrisi lain seperti kolin yang
berperan dalam mendukung perkembangan otak. Kolin dapat diperoleh dari berbagai sumber
makanan maupun susu pertumbuhan sebagai nutrisi pendamping. Simak nutrisi penting yang
dibutuhkan si Kecil usia 1-3 tahun serta manfaat kolin untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Nutrisi Si Kecil untuk Ibu Baru
Usia 1-3 tahun merupakan salah satu periode penting dalam tumbuh kembang si Kecil. Pada
masa ini, kebutuhan nutrisinya meningkat karena aktivitas sehari-harinya yang semakin
beragam. Oleh karena itu, Bunda perlu memastikan kebutuhan gizi si Kecil terpenuhi melalui
pola makan bergizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
Agar Bunda bisa mengoptimalkan pertumbuhan si Kecil pada periode emas, simak panduan gizi
si Kecil usia 1-3 tahun berikut ini[1].
- Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang dibutuhkan si Kecil untuk beraktivitas setiap hari. Sumber karbohidrat dapat diperoleh dari nasi, kentang, jagung, singkong, mi, maupun gandum utuh. - Protein
Protein berperan dalam mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Protein
dapat diperoleh dari telur, ikan, daging ayam, tahu, dan tempe. - Vitamin dan Mineral
Vitamin dan mineral membantu mendukung berbagai fungsi tubuh, termasuk pertumbuhan,
metabolisme, dan daya tahan tubuh. Bunda dapat menyajikan berbagai sayuran, buah-buahan,
serta makanan berserat sebagai bagian dari menu harian si Kecil. - DHA
DHA merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam mendukung perkembangan
fungsi otak dan kemampuan belajar si Kecil. DHA bisa didapatkan dari telur, susu, udang, dan
kerang. - Kolin
Kolin merupakan nutrisi penting yang membantu mendukung perkembangan fungsi otak, daya
ingat, dan kemampuan belajar si Kecil. Kolin bisa didapatkan dari daging sapi, dada ayam, hati
ayam, kembang kol, dan kedelai. - Omega 3 & 6
Omega 3 dan Omega 6 merupakan nutrisi yang berperan dalam mendukung perkembangan
otak dan tumbuh kembang si Kecil. Omega 3 dan 6 bisa didapatkan dari ikan salmon, alpukat,
jambu, dan minyak bunga matahari.
Pentingnya Kolin untuk Pertumbuhan Otak Anak 1-3 Tahun
Mungkin Bunda belum terlalu familiar dengan kolin. Padahal, kolin merupakan salah satu nutrisi
yang berperan dalam mendukung perkembangan otak dan fungsi saraf si Kecil selama masa
pertumbuhan[2].
Berikut manfaat kolin untuk si Kecil usia 1-3 tahun[3]:
1. Membantu Menjaga Struktur Sel Otak
Kolin berperan dalam pembentukan fosfolipid yang menyusun membran sel sehingga
membantu menjaga struktur dan fungsi sel saraf tetap optimal[4].
2. Mendukung Kemampuan Belajar
Kolin berperan dalam pembentukan jaringan saraf yang mendukung proses belajar dan
mengingat. Pada usia 1-3 tahun, si Kecil mulai aktif mengenal berbagai hal baru sehingga
kebutuhan nutrisi pendukung perkembangan otaknya perlu diperhatikan.
3. Membantu Fungsi Saraf
Kolin membantu pembentukan asetilkolin, yaitu senyawa yang berperan dalam komunikasi
antar sel saraf. Senyawa ini juga mendukung proses belajar, konsentrasi, dan mengingat.
4. Mendukung Pembentukan Memori
Kolin turut berperan dalam perkembangan hipokampus, yaitu bagian otak yang berkaitan
dengan pembentukan memori dan kemampuan belajar.
Makanan dengan Kandungan Kolin
Beragam makanan sehari-hari dapat menjadi sumber kolin untuk membantu memenuhi
kebutuhan nutrisi si Kecil. Beberapa di antaranya meliputi[5]:
- Telur, terutama kuning telur
- Hati sapi
- Ikan salmon
- Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Susu, keju, dan yogurt
Kebutuhan kolin anak usia 1-3 tahun adalah 200 mg per hari[6]. Oleh karena itu, penting bagi
Bunda untuk menyajikan makanan yang bervariasi agar kebutuhan kolin si Kecil dapat
terpenuhi.
Selain dari makanan sehari-hari, kolin juga dapat diperoleh dari susu pertumbuhan sebagai
nutrisi pendamping untuk membantu melengkapi kebutuhan gizi harian si Kecil.
Lengkapi Asupan Nutrisi Harian dengan Susu Pertumbuhan
Selain memberikan makanan bergizi seimbang setiap hari, Bunda juga dapat melengkapi asupan
si Kecil dengan susu pertumbuhan sebagai nutrisi pendamping. Pilih susu pertumbuhan yang
mengandung kolin, DHA, omega 3 & 6, serta FOS untuk membantu melengkapi kebutuhan
nutrisi harian si Kecil.
Seperti susu pertumbuhan MILKOW ActiGrow dengan Nutritotal Formula dan Triple Nutrients
sebagai nutrisi pendamping untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian si Kecil
sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang. Formula ini mengandung kolin, DHA, serta
omega 3 & 6 yang mendukung kemampuan belajar dan diperkaya FOS yang membantu
mendukung kesehatan pencernaan. Kandungan nutrisinya juga membantu memenuhi 4
komponen penting pertumbuhan anak, yaitu kemampuan belajar, pertumbuhan fisik, kesehatan
pencernaan, dan daya tahan tubuh.
Memenuhi kebutuhan nutrisi anak sejak usia 1-3 tahun merupakan langkah penting untuk
mendukung tumbuh kembang si Kecil. Dengan pola makan bergizi seimbang yang dilengkapi
susu pertumbuhan sebagai nutrisi pendamping, kebutuhan gizi harian si Kecil dapat lebih
optimal sehingga si Kecil siap menjalani aktivitas belajar dan bermain setiap hari.
Referensi
[1]https://kampungkb.kemendukbangga.go.id/kampung/53293/intervensi/2743650/edukasitumbuh-kembang-anak
[2]https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/gizi-balita/manfaat-kolin-dan-zat-besi-untuk-perkembangan-otak-anak/
[3]https://www.alodokter.com/kolin
[4]https://www.halodoc.com/artikel/wajib-tahu-kolin-kunci-otak-cerdas-dan-hati-sehat
[5]https://www.halodoc.com/artikel/wajib-tahu-makanan-yang-mengandung-kolin-otak-prima
[6]https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/kupas-tuntas-tentang-zat-gizi-kolin











