Pola makan sehat dengan bahan makanan bergizi adalah fondasi dari kecukupan asupan nutrisi si Kecil. Membangun kebiasaan makan sehat perlu Bunda lakukan sejak dini, sehingga si Kecil terbiasa mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Bagaimana cara mengajarkan si Kecil untuk mengonsumsi makanan sehat? Seperti apa rutinitas makan si Kecil yang bisa membantunya mendapatkan asupan nutrisi yang cukup?
Membentuk Kebiasaan Makan Sehat
Bila si Kecil terbiasa mengonsumsi makanan sehat sejak dini, pola makan sehat tersebut akan terus terbawa hingga ia dewasa. Berikut ini adalah beberapa tips pola makan anak 1-3 tahun yang dapat membantu Bunda membentuk pola makan sehat si Kecil (1, 2, 3, 4):
- Buat waktu makan jadi saat yang menyenangkan.
Menciptakan suasana makan yang menyenangkan dapat membantu membangun pengalaman positif si Kecil saat waktu makan. Beberapa hal yang bisa Bunda lakukan untuk membuat waktu makan terasa menyenangkan bagi si Kecil adalah:
- Ajak si kecil makan bersama anggota keluarga yang lain.
- Izinkan si Kecil untuk makan sendiri, bila dia sudah mampu. Gunakan alat makan dari bahan yang aman dan sajikan makanan dalam potongan kecil untuk mencegah tersedak.
- Berikan contoh yang baik.
Keluarga adalah lingkungan pertama yang menjadi contoh bagi si Kecil. Jadi, kebiasaan makan sehat si Kecil dimulai dari kebiasaan makan sehat Bunda dan keluarga. Bila memungkinkan, biarkan si Kecil mengonsumsi menu yang sama dengan keluarga, sesuai dengan usianya. Kalau si Kecil melihat anggota keluarganya mengonsumsi makanan yang sehat, Bunda dapat membantu mengenalkan kebiasaan makan tersebut melalui contoh sehari-hari. - Perkenalkan bahan makanan sehat dengan bijak
Memperkenalkan bahan makanan baru pada si Kecil dapat dilakukan secara bertahap. Beberapa hal berikut perlu jadi perhatian Bunda saat memperkenalkan makanan baru pada si Kecil:
- Batasi makanan yang tinggi kandungan lemak jenuh, garam, dan gula.
- Hindari memaksa si Kecil untuk mencoba atau menghabiskan suatu makanan. Paksaan justru membuat si Kecil memiliki asosiasi negatif dengan makanan tersebut.
- Bunda dapat mengkreasikan bahan makanan baru dengan bahan makanan lain yang sudah familiar bagi si Kecil.
- Hindari mengiming-imingi hadiah seperti permen atau kue untuk memotivasi si Kecil, misalnya “Kalau kamu menghabiskan makanan ini, kamu boleh makan permen.” Hindari juga ancaman hukuman untuk si Kecil yang tidak menghabiskan makanannya.
- Tawarkan makanan dalam porsi kecil, lalu berikan tambahan bila si Kecil ingin makan lebih banyak.
Jadwal Makan Sehat si Kecil
Asupan kalori yang dibutuhkan anak usia 1-3 tahun tentu tidak sebanyak orang dewasa. Untuk memenuhi kebutuhan kalori dan nutrisi harian si Kecil, Bunda disarankan memberikan makanan dalam porsi kecil, namun dalam frekuensi yang lebih sering, yaitu sekitar 5 kali per hari. Jumlah 5 kali per hari ini dibagi menjadi 3 kali waktu makan besar (pagi, siang, dan malam), serta dua kali waktu untuk makanan ringan, tepatnya satu kali di antara makan pagi dan makan siang, serta satu kali di antara makan siang dan makan malam (5).
Makanan ringan atau camilan yang Bunda sajikan untuk si Kecil juga sebaiknya merupakan makanan atau camilan yang sehat. Susu pertumbuhan yang membantu menambah asupan nutrisi si Kecil juga bisa Bunda sajikan bersama makanan ringan. MILKOW ActiGrow, susu pertumbuhan dengan Nutritotal Formula mendukung 4 komponen penting pertumbuhan si Kecil, yaitu sistem imun, pencernaan, kecerdasan, dan tumbuh kembangnya. Kandungan Triple Nutrients (Kolin, DHA, dan Omega 3&6) dalam MILKOW ActiGrow juga pegang peran penting untuk tumbuh kembang si Kecil. Selain itu, MILKOW ActiGrow juga mengandung FOS yang dibutuhkan untuk membantu mendukung kesehatan pencernaan si Kecil. Dengan kandungan nutrisi tersebut, MILKOW ActiGrow dapat menjadi pilihan untuk membantu melengkapi asupan nutrisi si Kecil sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Sumber:
1 UNICEF
2 Kids Health
3 Benioff Children’s Hospital
4 Fraser Health
5 cdc.gov









